Tuesday, 7 August 2018

2018 MANADO BHG. 07

Julai 2018

SULAWESI UTARA, INDONESIA
Manado & Minahasa

Bahagian 7: Minahasa (4)
RURUKAN & PUNCAK TEMBOAN

HARI KEDUA (4)

Part 20: Rurukan

Tomohon terletak di kawasan pergunungan dan diapit oleh dua buah gunung berapi: Gunung Lokon dan Gunung Mahawu. Selepas melawat ke Pasar Beriman Tomohon, Pak Tommy membawa kami menikmati pemandangan indah kawasan agrowisata Desa Rurukan yang terletak di kaki Gunung Mahawu.

Pintu masuk ke Desa Rurukan adalah juga jalan menuju ke Gunung Mahawu
Gunung Mahawu adalah sebuah gunung berapi yang masih aktif. Kali terakhir ia meletus adalah pada tahun 1994. Seperti juga kawasan-kawasan gunung berapi lain di Indonesia, kaki gunung berapi Mahawu juga subur ditanami dengan pelbagai hasil pertanian.

Kawasan pertanian di Desa Rurukan yang terletak di kaki Gunung Mahawu
Pemandangan kota Tomohon dari Desa Rurukan
Musim menuai baru tamat sewaktu kami tiba di sini
Mengabadi keindahan Desa Rurukan
Jika tak memanjat ke kawah Gunung Mahawu, tak banyak aktiviti yang dapat dibuat di sini selain menikmati pemandangan sekitar yang indah dan menghirup udara gunung yang segar. Namun pemandangan indah yang memukau di sini boleh membuatkan kita terpaku berjam-jam lamanya.

Sayur kobis
Pemandangan yang amat mengasyikkan
Satu lagi pemandangan menghala ke kota Tomohon
Broccoli
Menggembur tanah untuk penanaman yang seterusnya
Excited pulak bila melihat pemuda-pemuda yang memakai pakaian tradisional Minahasa ini.
Tomohon terkenal sebagai pengeluar bunga terbesar di Sulawesi Utara dan Desa Rurukan adalah salah sebuah tempat penanamannya. Namun begitu tak ada bunga yang dapat kami lihat di Rurukan. Mungkin kerana kami tiba di Sulawesi pada musim menuai, pada saat masyarakat Minahasa sedang merayakan Hari Kesyukuran atas hasil tanaman yang menjadi sepanjang tahun ini.

Kami tiba agak awal di Tomohon. Kalau tidak bolehlah kita berkunjung ke Tomohon International Flower Festival yang diadakan pada 7-12 Ogos 2018.
Pemandangan ketika meninggalkan Rurukan
Cantik
Mempersona

Part 21: Puncak Temboan

Dari Desa Rurukan, kita bergerak ke sebuah lagi tempat wisata untuk menikmati keindahan alam Sulawesi Utara, Puncak Temboan.

Desa Rurukan
Tak faham apa yang tertulis di sini
Menuju ke Puncak Temboan
Rurukan
Gereja Jemaat Bukit Sion Rurukan
Pemandangan indah di Desa Rurukan
Bunga-bunga berkembang mekar
Pagar yang berwarna-warni
Pemandangan Danau Tondano dalam perjalanan naik ke Puncak Temboan
Puncak Temboan terkenal kerana di samping udaranya yang segar dan nyaman, dari sini kita dapat menikmati tiga sudut keindahan Sulawesi Utara: Danau Tondano, Selat Lembeh dan Gunung Klabat.

Puncak Temboan
Pintu masuk ke Puncak Temboan
Kawasan wisata ini dikelola oleh sebuah persatuan gereja.
Kawasan pertanian di sekitar Puncak Temboan
Pokok Cengkih
Pemandangan Danau Tondano, danau terbesar di Sulawesi Utara sangat jelas kelihatan. Kota Tondano yang terletak di pinggir danau juga dapat dilihat dari sini.

Pemandangan Danau Tondano dari Puncak Temboan
Pemandangan Kota Tondano di pinggir Danau Tondano dari Puncak Temboan
Puncak Temboan
Pemandangan Danau Tondano dan Selat Lembeh dapat dilihat dengan jelas jika duduk di kerusi ini.
Objek-objek wisata yang dapat dilihat dari Puncak Temboan
Mengabadi kenangan di Puncak Temboan.
Menikmati wisata alam
Gunung yang berbalam-balam
Bumbung Masjid Agung Al Falah Kyai Modjo di Tondano
Kota Tondano
Green Area Rurukan
Ahhh, indah !!
Rumah yang sedang dalam pembinaan
Kawasan ladang
Desa Minahasa
Laluan naik ke Puncak Temboan
Gunung tertinggi di Sulawesi Utara yang bernama Gunung Klabat dapat dilihat dari Puncak Temboan. Gunung ini adalah sebuah gunung berapi yang tidak aktif lagi.

Nama "Klabat" berasal dari perkataan Minahasa "Kalawat" yang bermaksud "babirusa", sejenis haiwan tempatan yang terdapat di Pulau Sulawesi. Bila Orang Portugis datang, mereka sukar nak menyebut "Kalawat", lalu menyebutnya sebagai "Calabets". Bila masa berlalu, "Calabets" menjadi "Celebes", nama yang digunakan oleh Orang Eropah bagi Pulau Sulawesi.

Puncak Gunung Klabat yang diliputi awan.
Pemandangan hutan di pergunungan Sulawesi Utara memang indah
Menikmati pemandangan indah Gunung Klabat
Pemandangan menghala ke arah jalan masuk di Puncak Temboan
Kebun Strawberry
Tangga yang berwarna-warni
Dari Puncak Temboan juga, kita dapat melihat Selat Lembeh yang merupakan sebahagian dari Laut Maluku. Kota Bitung terletak di arah ini.

Pemandangan Selat Lembeh dari Puncak Temboan
Selat Lembeh adalah sebahagian dari Laut Maluku yang terletak di timur Pulau Sulawesi.
Kemuncak Gunung Klabat mula menampakkan diri.
Sewaktu di Puncak Temboan juga, Pak Tommy memperkenalkan kami dengan makanan tempatan yang dipanggil Pisang Goreng Goroho. Pisang Goroho adalah sejenis spesis pisang unik yang terdapat di Sulawesi Utara. Rasa Pisang Goroho ni lebih kurang macam Pisang Abu di Malaysia. Cuma yang unik di sini, Pisang Goreng Goroho ini dimakan dengan sambal Minahasa yang dipanggil Rica Roa.

Pisang Goreng Goroho yang dihidang bersama Teh Manis
Sambal Rica Roa yang dihidang bersama Pisang Goroho
Menikmati Pisang Goreng Goroho. Kicap pun diberi kepada kami tapi tak tahu macam mana nak guna kicap masa makan Pisang Goreng Goroho.


 Bersambung ke Bahagian 8...


CATATAN PERJALANAN MANADO (2018):